MILA University Malaysia dan Universitas Islam Nusantara Al-Azhaar Lubuklinggau Jalin Kemitraan Strategis melalui MoU

Komitmen memperkuat jejaring dan internasionalisasi pendidikan tinggi diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara MILA University, Malaysia, dan Universitas Islam Nusantara Al-Azhaar Lubuklinggau, Indonesia, dalam rangkaian kegiatan pertukaran dan kolaborasi akademik yang berlangsung di MILA University, Malaysia, 1 Oktober 2026.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari agenda internasional yang mempertemukan perguruan tinggi dari berbagai negara dalam sebuah forum akademik yang diinisiasi melalui jejaring ASEAN Academic Association (ASEANACA/ASEANA). Berdasarkan laporan kegiatan, forum tersebut diikuti oleh peserta dari sekitar 20 perguruan tinggi, yang tidak hanya berpartisipasi dalam agenda seremonial, tetapi juga mempresentasikan makalah dan berdiskusi mengenai berbagai isu .
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari Vice Chancellor MILA University, Prof. Ts. Dr. David Ngo Chek Ling, yang memberikan welcome remarks bagi delegasi. Agenda kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua ASEANACA, Prof. Dr. Tulus Suryanto, sebelum perwakilan Universitas Islam Nusantara Al-Azhaar Lubuklinggau menyampaikan paparan bertajuk “Why Cross-Border Academic Collaboration Matters.”
Kerja sama antara MILA University dan Universitas Islam Nusantara Al-Azhaar Lubuklinggau diwakili oleh Ketua Program Studi Perbankan Syariah ( Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam) diharapkan menjadi jembatan strategis bagi pengembangan kolaborasi akademik Indonesia–Malaysia, sekaligus membuka ruang bagi kedua institusi untuk mengembangkan berbagai bentuk kegiatan bersama pada masa mendatang.

Penandatanganan MoU secara visual terdokumentasi dalam laporan kegiatan, dengan identitas MILA University dan Universitas Islam Nusantara Al-Azhaar Lubuklinggau ditampilkan berdampingan pada layar utama kegiatan.

Dalam perspektif internasionalisasi perguruan tinggi, MoU bukan sekadar dokumen formal, melainkan dapat menjadi landasan awal bagi pengembangan program kolaboratif yang memberikan manfaat konkret bagi sivitas akademika. Kerja sama lintas negara dapat diarahkan pada penguatan pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas akademik, penelitian kolaboratif, forum ilmiah, mobilitas akademik, serta berbagai bentuk kegiatan pendidikan dan pengabdian masyarakat, sesuai dengan kesepakatan dan program yang akan dikembangkan oleh kedua institusi.

Kehadiran Universitas Islam Nusantara Al-Azhaar Lubuklinggau dalam forum internasional tersebut juga menunjukkan pentingnya memperluas perspektif akademik melalui interaksi dengan perguruan tinggi dari berbagai negara. Presentasi makalah dan diskusi yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan memberikan ruang bagi peserta untuk bertukar gagasan, pengalaman, serta perspektif keilmuan. Dengan demikian, kolaborasi MILA University dan Universitas Islam Nusantara Al-Azhaar Lubuklinggau memiliki nilai strategis dalam memperkuat internasionalisasi institusi, pengembangan jejaring akademik, dan peningkatan eksposur perguruan tinggi Indonesia dalam ekosistem pendidikan tinggi regional.

Rangkaian kegiatan di MILA University tidak berhenti pada penandatanganan MoU. Agenda juga diisi dengan presentasi ilmiah dan diskusi dari peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi anggota jejaring. Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama seluruh peserta serta pertukaran cendera mata sebagai simbol persahabatan dan penguatan hubungan kerjasama.
Bagi Universitas Islam Nusantara Al-Azhaar Lubuklinggau, momentum ini dapat menjadi titik awal untuk memperluas jejaring akademik di tingkat internasional, khususnya melalui kemitraan dengan institusi pendidikan tinggi di Malaysia dan negara-negara lain dalam jaringan ASEAN.

“Ke depannya implementasi MoU diharapkan dapat diterjemahkan ke dalam program kerja yang konkret, berkelanjutan, dan memberikan dampak terukur bagi mahasiswa, dosen, peneliti, maupun pengembangan kelembagaan. Dengan semangat cross-border academic collaboration, hubungan antara Indonesia dan Malaysia tidak hanya dibangun melalui kedekatan geografis dan sosial-budaya, tetapi juga melalui pertukaran ilmu pengetahuan, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia”, menurut Liliany Purnama Ratu, S.Kom., M.M
up