Universitas Islam Nusantara Al-Azhaar Lubuklinggau dan MiMTC Kuala Lumpur Jalin Kemitraan Strategis di Bidang Pendidikan, Kewirausahaan, dan Perdagangan Internasional

Universitas Islam Nusantara Al-Azhaar Lubuklinggau memperkuat komitmennya dalam membangun jejaring internasional melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Malaysian International Marketing and Trade Chamber (MiMTC). Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Auditorium INTEM, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (30/9/2026).
Universitas Islam Nusantara Al-Azhaar Lubuklinggau dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Ketua Program Studi Perbankan Syariah, Liliany Purnama Ratu, S.Kom., M.M. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperluas sinergi kelembagaan sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih konkret antara institusi pendidikan tinggi dan dunia usaha di Indonesia dan Malaysia.
“Kerja sama ini kami harapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika dan masyarakat,” ujar Liliany.
MoU tersebut mengusung tema “Strategi Kolaborasi Peningkatan Perdagangan Internasional antara Malaysia dan Indonesia” dengan cakupan kerja sama yang meliputi berbagai bidang strategis, antara lain pendidikan, penelitian, kewirausahaan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), digitalisasi bisnis, pengembangan sumber daya manusia, serta perdagangan internasional.

Kolaborasi tersebut tidak hanya diarahkan pada penguatan hubungan kelembagaan, tetapi juga pada pengembangan program yang mampu menciptakan nilai tambah bagi perguruan tinggi, pelaku usaha, mahasiswa, dan masyarakat. Sejumlah bentuk kegiatan yang berpotensi direalisasikan mencakup penelitian bersama, konferensi internasional, kuliah tamu, pertukaran mahasiswa, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, hingga business matching.
“Ruang kerja samanya sangat luas dan kami arahkan agar mampu menjawab kebutuhan perguruan tinggi sekaligus dinamika dunia usaha,” jelasnya.
Penandatanganan MoU ini juga menjadi bagian dari agenda kerja sama internasional yang melibatkan sekitar 20 perguruan tinggi dari berbagai negara. Momentum tersebut dimanfaatkan Universitas Islam Nusantara Al-Azhaar Lubuklinggau tidak hanya untuk memperkenalkan kapasitas dan keunggulan institusinya, tetapi juga untuk membangun jejaring akademik internasional serta mengeksplorasi peluang kolaborasi baru di berbagai bidang.
“Bertemu secara langsung dengan banyak perguruan tinggi membuat jejaring menjadi lebih dekat dan peluang kolaborasi semakin terbuka,” ungkapnya.

Ke depan, kerja sama antara Universitas Islam Nusantara Al-Azhaar Lubuklinggau dan MiMTC diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen kesepahaman, tetapi berkembang menjadi program kolaboratif yang konkret, berkelanjutan, dan memiliki indikator capaian serta dampak yang terukur. Dengan demikian, kemitraan tersebut dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan internasionalisasi pendidikan tinggi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengembangan kewirausahaan, serta perluasan akses perdagangan dan jejaring bisnis antara Indonesia dan Malaysia.
“MoU ini baru merupakan pintu masuk. Yang kami harapkan selanjutnya adalah lahirnya program-program nyata dengan hasil dan dampak yang dapat dirasakan bersama,” pungkasnya.
up